Press Release Webinar PEBS FEB UI ‘Halal Vaccine Industry: Past, Present, Future’

Pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020, Pusat Ekonomi dan Bisnis (PEBS) FEB UI mengadakan Webinar dengan topik ‘Halal Vaccine Industry: Past, Present, Future’ sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam diskusi mengenai pengembangan vaksin. Webinar kali ini menghadirkan tiga narasumber dan dimoderatori oleh Ibu Sri Rahayu Hijrah Hati yang merupakan Dosen di FEB UI serta Kaprodi S1 Bisnis Islam FEB UI. Tiga narasumber tersebut adalah Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, Sp.MK (Kepala LBM Eijkman FK UI), Prof. Ir. Sukoso, M.Sc, PhD (Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), dan Dr. apt. M. Rahman Roestan, S.Si., MBA (Direktur Operasional PT Bio Farma dan Vice Chairman OIC-VMG).

Webinar dibuka dengan sambutan oleh Ibu Rahmatina Awaliah Kasri selaku Kepala PEBS FEB UI, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Teguh Dartanto, PhD yang merupakan Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UI. Bapak Teguh menyampaikan bahwa vaksin adalah topik yang sedang ramai diperbincangkan dan ditunggu oleh banyak pihak. Selain itu, ada hal penting mengenai vaksin yaitu konteks sosial, antropologi, dan agama dalam hal vaksin. Sehingga jika Indonesia bisa memproduksi vaksin halal, maka Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam industri vaksin halal tersebut.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, Sp.MK yang merupakan Kepala LBM Eijkman FKUI. Beliau menyampaikan di bagian awal bahwa terdapat beberapa isu penting dalam pengembangan vaksin, di antaranya terkait safety dan efficacy. Selain itu, hal yang penting adalah penerimaan vaksin oleh regulator suatu negara dan masyarakat umum. Dengan demikian, vaksin halal menjadi penting untuk dikembangkan di Indonesia. Prof Amin kemudian menyampaikan mengenai adanya dilema dalam penggunaan vaksin, serta hukuman yang ada di beberapa negara bagi orang tua yang tidak melakukan vaksin kepada putra-putrinya. Prof Amin juga menjelaskan mengenai kategori vaksin, langkah dalam produksi vaksin, serta pengembangan vaksin Covid-19 yang sedang dilakukan oleh LBM Eijkman.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D. yang merupakan Kepala BPJPH. Pada bagian awal beliau menyampaikan mengenai timeline mengenai sejarah sertifikasi produk halal di Indonesia, dimana pada tanggal 17 Oktober 2019 terdapat kewajiban untuk melakukan sertifikasi halal berdasarkan Pasal 4 UU No 33 Tahun 2014. Prof Sukoso kemudian menjelaskan mengenai era baru proses sertifikasi halal, yaitu adanya koordinasi antara MUI, BPJPH, dan LPH dalam memberikan sertifikasi halal. Beliau juga menyampaikan mengenai prinsip dasar sertifikasi halal, yang terdiri dari traceability, produk yang memang halal itu jelas, serta produk yang haram itu dijelaskan di dalam UU Pasal 18 dan 20. Prof Sukoso juga menjelaskan mengenai alur dalam memperoleh sertifikat halal, serta penahapan sertifikasi halal untuk berbagai produk yang diatur di dalam PMA No 26 Tahun 2019. Beliau juga menjelaskan bagaimana ummat dapat berperan dan kerjasama internasional dalam pelaksanaan sertifikasi produk halal.

Pemaparan ketiga disampaikan oleh Dr. apt. M. Rahman Roestan, S.Si., MBA yang merupakan Direktur Operasional PT Bio Farma dan Vice Chairman OIC-VMG. Pada bagian awal Dr Rahman menyampaikan mengenai peran dari masing-masing Holding BUMN Farmasi, dimana Bio Farma akan fokus pada produk-produk Life Science. Beliau kemudian menjelaskan mengenai perbedaan antara conventional drugs dan biologics, dimana vaksin merupakan produk biologi dan diberikan kepada orang sehat. Beliau juga menjelaskan mengenai sejarah penelitian vaksin, dimana vaksin pertama kali ditemukan oleh cendekiawan dari Turki di masa Utsman, yang bisa mencegah penyakit cacar. Dr Rahman kemudian menjelaskan mengenai pengembangan Vaksin Covid-19, dimana dikoordinasikan oleh Ristek-BRIN, dipimpin oleh Eijkman, dengan anggota Litbangkes Kemenkes dan Bio Farma. Kemudian beliau menjelaskan mengenai isu-isu kehalalan dalam pengembangan vaksin dan obat-obatan, serta tantangan dan peluang dalam skala global, serta rekomendasi mengenai roadmap halal farmasi nasional.

Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para peserta. Penjelasan selengkapnya yang disampaikan oleh para narasumber dapat disimak melalui Channel Youtube PEBS, pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=Ht8bMwYxe-A.