{"id":4987,"date":"2021-06-04T10:37:28","date_gmt":"2021-06-04T03:37:28","guid":{"rendered":"https:\/\/pebs-febui.org\/?p=4987"},"modified":"2021-06-04T10:37:28","modified_gmt":"2021-06-04T03:37:28","slug":"policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/","title":{"rendered":"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4988\" src=\"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png\" alt=\"\" width=\"693\" height=\"648\" srcset=\"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png 693w, https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47-300x281.png 300w, https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47-13x12.png 13w, https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47-600x561.png 600w\" sizes=\"(max-width: 693px) 100vw, 693px\" \/><\/p>\n<p><span class=\"JsGRdQ\">Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan 22% produksi tembakau domestik. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada petani tembakau yang tidak berhasil menjual seluruh hasil panen tembakaunya dikarenakan permintaan tembakau lebih rendah dibandingkan dengan volume tembakau yang diproduksi.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"JsGRdQ\">Mengimplementasikan kebijakan restriksi impor tembakau dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang juga berkontribusi pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi. <\/span><span class=\"JsGRdQ\">Selain itu, kebijakan yang mendukung produktivitas petani tembakau seperti pelatihan dan dukungan sarana serta prasarana dapat membantu meningkatkan kualitas tembakau domestik sehingga sesuai dengan permintaan tembakau dari pabrik ataupun gudang.<\/span><\/p>\n<p class=\"_04xlpA direction-ltr align-justify para-style-body\">Baca selengkapnya: <a href=\"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau.pdf\">Pengendalian tembakau vs impor tembakau<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":247531,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"passster_activate_protection":null,"passster_protect_child_pages":"","passster_protection_type":"password","passster_password":"","passster_activate_overwrite_defaults":"","passster_headline":"","passster_instruction":"","passster_placeholder":"","passster_button":"","passster_id":"","passster_activate_misc_settings":"","passster_redirect_url":"","passster_hide":"no","passster_area_shortcode":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-4987","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-indonesia-economic-outlook"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau | PEBS FEB UI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan 22% produksi tembakau domestik. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada petani tembakau yang tidak berhasil menjual seluruh hasil panen tembakaunya dikarenakan permintaan tembakau lebih rendah dibandingkan dengan volume tembakau yang diproduksi.Mengimplementasikan kebijakan restriksi impor tembakau dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang juga berkontribusi pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau | PEBS FEB UI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan 22% produksi tembakau domestik. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada petani tembakau yang tidak berhasil menjual seluruh hasil panen tembakaunya dikarenakan permintaan tembakau lebih rendah dibandingkan dengan volume tembakau yang diproduksi.Mengimplementasikan kebijakan restriksi impor tembakau dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang juga berkontribusi pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"PEBS FEB UI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-04T03:37:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/\",\"url\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/\",\"name\":\"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau | PEBS FEB UI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png\",\"datePublished\":\"2021-06-04T03:37:28+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-04T03:37:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/#\/schema\/person\/026807a74c09bf5d84f4486538a22f56\"},\"description\":\"Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan 22% produksi tembakau domestik. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada petani tembakau yang tidak berhasil menjual seluruh hasil panen tembakaunya dikarenakan permintaan tembakau lebih rendah dibandingkan dengan volume tembakau yang diproduksi.Mengimplementasikan kebijakan restriksi impor tembakau dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang juga berkontribusi pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/\",\"name\":\"PEBS FEB UI\",\"description\":\"Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/#\/schema\/person\/026807a74c09bf5d84f4486538a22f56\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fb47bb1a34d32e27e0035fc0f8dd5be?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fb47bb1a34d32e27e0035fc0f8dd5be?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"url\":\"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau | PEBS FEB UI","description":"Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan 22% produksi tembakau domestik. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada petani tembakau yang tidak berhasil menjual seluruh hasil panen tembakaunya dikarenakan permintaan tembakau lebih rendah dibandingkan dengan volume tembakau yang diproduksi.Mengimplementasikan kebijakan restriksi impor tembakau dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang juga berkontribusi pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau | PEBS FEB UI","og_description":"Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan 22% produksi tembakau domestik. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada petani tembakau yang tidak berhasil menjual seluruh hasil panen tembakaunya dikarenakan permintaan tembakau lebih rendah dibandingkan dengan volume tembakau yang diproduksi.Mengimplementasikan kebijakan restriksi impor tembakau dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang juga berkontribusi pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.","og_url":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/","og_site_name":"PEBS FEB UI","article_published_time":"2021-06-04T03:37:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/","url":"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/","name":"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau | PEBS FEB UI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png","datePublished":"2021-06-04T03:37:28+00:00","dateModified":"2021-06-04T03:37:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/#\/schema\/person\/026807a74c09bf5d84f4486538a22f56"},"description":"Selain memperketat kebijakan pengendalian tembakau, meratifikasi FCTC di Indonesia juga dapat membantu mengurangi prevalensi merokok di Indonesia. Melihat volume impor tembakau yang sangat tinggi, tidak tepat apabila menyatakan bahwa kebijakan pengendalian tembakau merupakan faktor utama yang dapat memengaruhi kesejahteraan petani tembakau. Pada kenyataannya, impor tembakau memenuhi 22% kebutuhan tembakau di Indonesia yang berarti juga menggantikan 22% produksi tembakau domestik. Hal tersebut dapat menyebabkan kerugian pada petani tembakau yang tidak berhasil menjual seluruh hasil panen tembakaunya dikarenakan permintaan tembakau lebih rendah dibandingkan dengan volume tembakau yang diproduksi.Mengimplementasikan kebijakan restriksi impor tembakau dapat mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang juga berkontribusi pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#primaryimage","url":"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png","contentUrl":"https:\/\/pebs-febui.org\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screen-Shot-2021-06-04-at-10.35.47.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/4987\/policy-brief-pengendalian-tembakau-vs-impor-tembakau\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/pebs-febui.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Policy Brief: Pengendalian Tembakau vs Impor Tembakau"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/#website","url":"https:\/\/pebs-febui.org\/","name":"PEBS FEB UI","description":"Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pebs-febui.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/#\/schema\/person\/026807a74c09bf5d84f4486538a22f56","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pebs-febui.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fb47bb1a34d32e27e0035fc0f8dd5be?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5fb47bb1a34d32e27e0035fc0f8dd5be?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"url":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/247531"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4987"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4990,"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4987\/revisions\/4990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pebs-febui.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}